PROBLEMATIKA EKSTRAKURIKULER TAHFIDZUL QUR’AN DALAM MINAT MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH 9 BRONDONG

PROBLEMATIKA EKSTRAKURIKULER TAHFIDZUL QUR’AN DALAM MINAT MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH 9 BRONDONG

Authors

  • Mushollin Ahmad STAI Muhammadiyah Paciran

Keywords:

Problematika, Ektrakurikuler, Tahfidzul Qur’an, Minat

Abstract

Menghafal Al-Qur’an merupakan suatu perbuatan yang sangat terpuji dan mulia. Hukum menghafal Al-Qur’an adalah fardu kifayah. Apabila sebagian orang melakukannya, maka gugurlah dosa dari yang lain. Dalam ajaran Islam, menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah perintah dari Allah. Hal ini ditunjukkan dengan firman Allah yang pertama turun yaitu surat Al-‘Alaq yang dimulai dengan kata iqra’ atau perintah membaca merupakan kata pertama dan alangkah pentingnya jika diulang dua kali. Adapun keutamaan membaca dan menghafal Al-Qur’an adalah individu yang mengamalkan akan menjadi sebaik-baik orang, dinaikkan derajatnya oleh Allah. Al-Qur’an memberikan syafa’at kepada orang yang membacanya.

Al-Qur’an merupakan ayat-ayat Allah yang berupa kalamullah yang diturunkan dengan bahasa arab, yaitu satu-satunya bahasa yang terjaga dengan baik. Hal ini semata-semata karena Allah yang menjaga Al-Qur’an. Dalam menjaga dan memelihara Al-qur’an SMA Muhammadiyah 9 Brondong mempunyai suatu program yakni ekstrakurikuler tahfidzulqur’an. Tujuan penulisan ini yaitu untuk mendeskripsikan pelaksanaan ekstrakurikuler tahfidzulqur’an, mendeskripsikan problematika ekstrakurikuler tahfidzulqur’an dan mendeskripsikan solusi terhadap problematika ekstrakurikuler tahfidzulqur’an dalam minat menghafal al-qur’an siswa di SMA Muhammadiyah 9 Brondong.

Penulisan ini menghasilkan; 1) pelaksanaan ekstrakurikuler tahfidzul qur’an dilaksanakan seminggu dua kali pada hari sabtu dan senin pukul 11.00 untuk kelas XI dan XII dan pada hari rabu dan kamis untuk kelas X, materi dimulai dari juz 30, metode yang diberikan sesuai dengan kemampuan peserta didik, bentuk evaluasinya berupa ujian maupun lomba-lomba yang diikutsertakan, serta usaha dalam meningkatkan anak yakni dengan memotivasi peserta didik, 2) problematika yang sering dihadapi anak yaitu: penentuan waktu yang kurang tepat dan durasi yang singkat, kesadaran muroja’ah rendah, serta peserta didik mengalami kejenuhan dan kelelahan, 3) solusi dari problematika tersebut yaitu: mengoptimalkan waktu semaksimal mungkin dengan hal-hal yang menyenangkan, mengingatkan reorientasi pada tujuan tahfidz al-qur’an, dan selalu mensupport dan memotivasi peserta didik dalam menghafal al-qur’an.

Published

10-05-2022

How to Cite

Ahmad, M. (2022). PROBLEMATIKA EKSTRAKURIKULER TAHFIDZUL QUR’AN DALAM MINAT MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH 9 BRONDONG : PROBLEMATIKA EKSTRAKURIKULER TAHFIDZUL QUR’AN DALAM MINAT MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH 9 BRONDONG . Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam Karang Asem, 5(1), 75–83. Retrieved from http://jurnal.staim-paciran.ac.id/index.php/staika/article/view/55